Showing posts with label Philosophy. Show all posts
Showing posts with label Philosophy. Show all posts

Saturday, April 6, 2013

Mazhab Positivisme Hukum Keluarga Islam


Ajaran tentang hukum (disiplin hukum) dikelompokkan ke dalam mazhab/aliran hukum yang membicarakan antara lain mengenai isi hukum dan bentuk hukum yang diungkapkan dalam teori-teori hukum. Kita sering mendengar istilah kodifikasi hukum yang didengungkan oleh para ahli hukum mazhab tertentu agar tercipta kesatuan dan kepastian hukum. Akan tetapi banyak yang menolak kodifikasi hukum karena memakan waktu dan seolah-seolah hukum yang dikodifikasi tidak akan berubah dan selalu sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Hal ini juga terjadi dalam hukum keluarga Islam yang kita kenal dengan adanya Kompilasi Hukum Islam.

Sunday, January 27, 2013

Paul Feyerabend Bukan Popperian yang Mengecewakan



John Preston mengklaim bahwa filsafat Paul Feyerabend setelah tahun 1970-an, yakni filsafatnya tentang tema-tema filsafat Popper membuatnya menjadi Popperian (penganut filsafat Karl Raimund Popper) yang mengecewakan. Preston menganggap bahwa Feyerabend menjadi skeptik, relativistik dan anarkis literal karena anggapannya tentang kegagalan filsafat Popper. Dalam artikel ini, Robert P. Farrell yakin bahwa anggapan Preston tersebut salah, karena tuduhan terhadap Feyerabend tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan, mengingat perkembangan filsafat Feyerabend yang berkomitmen untuk melakukan kritik pada tema-tema yang diusung Popper, yakni penolakan terhadap metodologi spesifik untuk membebaskan metolodogi pluralistik. Mengusung metodologi pluralistik tidak membuat seseorang menjadi skeptic, relatifistik, atau anarkis literal. Feyerabend bukanlah Popperian yang mengecewakan, tetapi dia adalah pemegang teguh pluralistik Popperian. 

Friday, November 30, 2012

Teori Sosial dan Filsafat Politik



Teori sosial adalah kajian tentang masyarakat yang ciri khasnya mulai muncul dalam tulisan-tulisan Montesquieu, tokoh-tokoh sezamannya, tokoh-tokoh sesudahnya, dan mencapai puncaknya pada karya Marx, Durkheim, dan Weber. Awalnya teori sosial membangun identitas dengan cara membuat kontras dengan politik tokoh-tokoh zaman kuno dan tokoh-tokoh skolastik (schoolmen). Ada dua ciri pokok yang membedakan teori sosial dengan tradisi sebelumnya: pertama, berkaitan dengan konsepsi tentang tujuan dan metodenya sendiri; kedua, berkaitan dengan pandangan terhadap relasi antara watak dasar manusia (human nature) dan sejarah. Kedua aspek di atas cukup dekat, tetapi implikasinya terhadap isu utama pemikiran sosial masih dipahami secara keliru.

Friday, November 23, 2012

Epistemological Anarchism


(Paul Karl Feyerabend)en.wikipedia.org

Epistemological anarchism is an epistemological theory advanced by Austrian philosopher of science Paul Feyerabend which holds that there are no useful and exception-freemethodological rules governing the progress of science or the growth of knowledge. It holds that the idea that science can or should operate according to universal and fixed rules is unrealistic, pernicious, and detrimental to science itself.

Sunday, April 22, 2012

PROBLEMATIKA NALAR ARAB MODERN


Al-Jabiri 

Kami telah menjelaskan arti problematika sebagaimana yang telah dikemukakan oleh filsuf Perancis akhir, Louis Althusser, kami juga telah menjelaskan bahwa esensi ideologi terhadap teks, nalar, atau kesadaran ada dalam problematika Althusser. Artinya bahwa ideologi terejawantahkan dalam problematika dan yang satu terbatasi dengan yang lain. Karena ideologi termasuk dalam bawah sadar, yakni faktornya bekerja dari belakang kejadian kesadaran menurut kebiasaan, maka bisa dikatakan bahwa ideologi mencerminkan struktur bawah sadar terhadap teks, nalar, dan kesadaran. Akan tetapi hal tersebut tidak membuatnya sama dengan pemahaman struktur pengetahuan dan nalar budaya sebagaimana yang telah disampaikan Al-Jabiri.

PROBLEMATIKA ALTHUSSER



Pada beberapa waktu yang lalu, kira-kira tahun 1960-an dan 1970-an, ada filsuf berkebangsaan Perancis Louis Althusser, intelektual gila di tengah-tengah madzhab kiri dan budayawan radikal di Eropa barat yang mengemukakan alat-alat gagasan yang tajam seperti mata pedang untuk menjelaskan ide dan budaya serta mengungkap dasar dan asumsi idelogis keduanya. Kegilaan tersebut mulai hilang di akhir 1970-an dan hilang sama sekali pada 1980-an.

AL-JABIRI

Ahmad Afandi
ANTARA PERDEBATAN HEGEL DAN PERDEBATAN MATERIL

Muhammad 'Abed Al-Jabiri 

Menurut kami, cara Al-Jabiri membangun suatu masa tertentu dengan kebudayaan -bukan dalam arti fisik- dengan tujuan untuk mengukur idealnya Al-Jabiri dengan perantara hati nurani jernih, tidak akan menimbulkan kontroversi materil dan historis dan tidak bisa dijangkau secara lahir karena adanya hubungan yang lekat antara materi dan alam. Pemahaman tersebut dapat memungkinkannya bergumul dengan kebudayaan dan logika, seakan keduanya tidak memiliki historisitas yang tidak diproklamirkan, dengan jaminan historis keduanya, kapanpun ideologi menginginkan dan membutuhkannya, berdasarkan tingkat yang lain, bukan tingkat kenyataan kehidupan.