Friday, November 9, 2012

Apa Perbedaan Perkumpulan dengan Perhimpunan?


Menurut buku “Badan Hukum” karangan Chidir Ali (hal. 119), kata perkumpulan atau perhimpunan ini berasal dari kata ‘vereniging’ yang merupakan bahasa Belanda. Dalam perkumpulan atau perhimpunan ini beberapa orang yang hendak mencapai suatu tujuan dalam bidang non-ekonomis (tidak mencari keuntungan) bersepakat mengadakan suatu kerja sama yang bentuk dan caranya diletakkan dalam apa yang dinamakan “anggaran dasar” atau “reglemen” atau ”statuten”. Dalam Bahasa Indonesia kata perkumpulan sering juga disebut dengan banyak nama, diantaranya: perkumpulan, perhimpunan, perikatan, ikatan, persatuan, kesatuan, serikat dan lain-lain.

Hukumnya Jika Tidak Bayar Jasa Warnet


Bagaimana jika ada seseorang atau segerombolan orang tidak mau membayar setelah menyewa jasa internet di warnet? Adakah pasal yang dapat menjeratnya?


Berdasarkan Pasal 14 ayat (1) huruf c jo. Penjelasan Pasal 14 ayat (1) huruf c Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, warung internet (“warnet”) termasuk ke dalam penyelenggaraan jasa jual kembali jasa multimedia.

Sahkah Perkawinan Mualaf yang Belum Ber-KTP Islam?


Perkawinan menurut Pasal 1 UUP adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan menurut Pasal 2 KHI perkawinan adalah Pernikahan, yaitu akad yang sangat kuat atau miitsaaqon ghooliidhan untuk menaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah.

UU Perkawinan Belum Menjamin Tujuan Perkawinan


Hingga detik ini, mungkin kita bertanya-tanya: kenapa menikahi janda selalu lebih heboh dibanding dengan menikahi duda? Kenapa bagi wanita yang mau menikah sering ada syarat harus ‘virgin’ sedangkan cowok tidak terlalu dipermasalahkan? Kenapa kasus hamil di luar nikah yang disalahkan selalu cewek, sedangkan cowok yang menghamili tidak terlalu ditekan?

Problematika Pembaruan Ushul Fiqh


Dalam upaya menelisik lebih jauh tentang pembaruan Ushul Fiqih, perlu dipahami karakteristik kajian dari ilmu ini. Hasan Hanafi, seorang pemikir modernis Mesir, dalam bukunya "Min al-Nash ila Al-Wâqi’" menyebutkan beberapa karakteristik umum yang dimiliki Ushul Fiqih, yaitu :

Merevisi Turast Ushul Fiqh


Kenapa ushul fiqh perlu direvisi kembali ? Ya, karena Turast Ushul Fiqh sudah berumur 13 abad lamanya. Tentunya banyak hal-hal yang sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman sekarang, baik dari sisi metodologi penulisan, isi dan muatan, bentuk cetakan, serta pemilihan bahasa. 

Hermeneutika vs Ushul Fiqh


Kaum rasionalis dewasa ini menggunakan hermeneutika sebagai suatu metode dalam berfilsafat untuk mencari kebenaran suatu persoalan. Mereka mengkritik ushul fiqih sebagai metode yang dipakai para ahli hadist dalam mencari solusi sebuah persoalan. Hermeneutika sebegitu diangung-agungkan secara membabi buta. Aplikasi hermeneutika dalam menafsirkan Al-Qur’an pun semakin lazim digunakan yang terkadang justru menyimpang dari ayat ilahi tersebut. Secara jujur intelektual muslim yang begitu mengangungkan hermeneutika adalah mereka doktor-doktor lulusan Amerika dan Kanada yang ketika di Indonesia mereka membawa paham tersebut.

Wednesday, November 7, 2012

Is Omitting English a Solution?

Nugrahenny T. Zacharias*


When reading the article recently posted in The Jakarta Post “Govt to omit English from primary schools”, I could not help but think of my 3-year-old son Ben.

Sampang Shiites Forced to Convert to Sunni: Kontras


The Surabaya office of the Commission for Missing Persons and Victims of Violence (Kontras) has reported that 26 Shia refugees currently taking shelter at a sports center in Sampang, Madura, East Java, had been forced to sign statements saying that they were willing to convert to Sunni.

UNESCO to Consider Five Indonesian Geoparks as World Heritage Sites



The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) will examine five Indonesian geoparks proposed as world heritage sites.

Thursday, November 1, 2012

Survey Shows Indonesians Worry about Work-Life Balance


Indonesians are concerned that they spend too much time at their workplaces and have less time for their family and friends, a recent survey by Nielsen Indonesia shows.

Jokowi is not The Messiah, Jakartans Must Save Their Own City


Okay, we get it. Jakartans are smitten with their new governor. Joko Widodo, popularly known as Jokowi, is convivial and down-to-earth, the kind of leader who is loved by his people for his common touch.