Apalah arti semua ucapan dan dengung-dengung nada indah berserakan, dunia yang bersolek tak tentu arah itu, atau tawaran keindahan yang tak berujung ketika aku berkeliling, atau semua kenikmatan dan kelezatan, semua itu...tak sebanding dengan senyum dari bibir mungilmu yang menggetarkan, tubuhku menggigil seakan remuk redam. Bagaimana bisa kau menyatukan semua keindahan hanya dalam satu senyuman? Aku tak perlu heran, karena merindumu adalah keindahan. Hanya rahmat Tuhan dan syafaat Nabi-Nya saja yang dapat melampaui senyummu, atau bahkan senyummu adalah bagian dari rahmat dan syafaat itu?